KontraktorBaja

Teknis

Jenis Sambungan Baja WF: Las, Baut, dan ke Kolom Beton

Jenis sambungan baja WF: las sudut dan tumpul, baut biasa dan mutu tinggi, sambungan sendi dan kaku, serta cara menyambung WF ke kolom beton dengan aman.

Oleh Tim Redaksi KontraktorBajaDiperbarui 6 menit baca

Jawaban singkat

Sambungan baja WF dibuat dengan las, baut, atau (pada struktur lama) paku keling. Menurut perilakunya, ada sambungan sendi yang hanya meneruskan geser dan sambungan kaku yang meneruskan momen. Praktik umumnya: las dikerjakan di workshop, baut mutu tinggi dipasang di lapangan.

Sambungan baja WF dibuat dengan dua cara utama, yaitu las dan baut, sedangkan paku keling kini jarang dipakai. Berdasarkan perilakunya, sambungan dibedakan menjadi sambungan sendi yang hanya meneruskan gaya geser dan sambungan kaku yang juga meneruskan momen. Pilihan sambungan ditentukan oleh besar gaya, cara pemasangan, dan kontrol mutu di lapangan.

Sambungan baja apa saja yang umum dipakai?

Jenis alat sambungCara kerjaPenggunaan umum
LasMenyatukan logam dengan pencairanFabrikasi di workshop: pelat ujung, stiffener, haunch, base plate
Baut biasaMenahan gaya melalui batang bautElemen sekunder: gording, dudukan ringan, girt dinding
Baut mutu tinggiMenahan geser dan tarik; bisa diberi pratarikSambungan utama: kolom–rafter, splice, balok–kolom
Paku kelingBatang dipanaskan lalu dipukulStruktur lama seperti jembatan dan menara tua

Pada konstruksi baja modern, kombinasi yang paling umum adalah las di workshop, baut di lapangan. Las di workshop lebih mudah dikontrol karena posisi pengelasan bisa diatur, sedangkan baut mempercepat erection dan mengurangi pekerjaan las di ketinggian.

Apa itu sambungan las dan apa saja jenisnya?

Sambungan las menyatukan dua bagian baja menjadi satu kesatuan. Jenis las yang paling sering ditemui pada struktur WF:

  • Las sudut (fillet weld): las berbentuk segitiga di sudut pertemuan dua pelat. Paling banyak dipakai, misalnya untuk menempelkan pelat ujung, stiffener, dan dudukan gording.
  • Las tumpul (groove weld): menyambung dua bagian yang bertemu dalam satu bidang, misalnya sambungan perpanjangan sayap. Ada las tumpul penetrasi penuh, yang dapat menyamai kekuatan pelat yang disambung, dan penetrasi sebagian.
  • Las pengisi (plug atau slot weld): las di dalam lubang atau celah pelat, dipakai pada kondisi khusus.

Metode yang umum adalah las busur listrik dengan elektroda terbungkus (SMAW), las berpelindung gas atau berinti fluks (GMAW/FCAW) untuk produksi cepat di workshop, dan las busur rendam (SAW) untuk profil tersusun. Elektroda kelas E70xx, misalnya E7016 atau E7018, banyak dipakai untuk baja struktural mutu umum.

Kekuatan las sangat bergantung pada keahlian juru las. Karena itu sambungan penting diperiksa secara visual dan, bila disyaratkan, dengan uji tak merusak seperti uji penetran, partikel magnet, atau ultrasonik. Banyak spesifikasi proyek merujuk pada standar pengelasan AWS D1.1 serta mensyaratkan juru las bersertifikat.

Cacat las yang perlu diwaspadai saat pemeriksaan visual antara lain:

  • Ukuran kaki las kurang dari yang tertera di gambar.
  • Porositas, yaitu lubang-lubang kecil akibat gas yang terperangkap.
  • Undercut, yaitu cekungan di tepi las yang mengurangi tebal pelat.
  • Retak pada las atau di sekitarnya.
  • Penetrasi atau fusi tidak sempurna, yang sering tidak terlihat dari luar dan hanya terdeteksi dengan uji ultrasonik.

Apa itu sambungan baut dan apa saja jenisnya?

Sambungan baut menyatukan elemen dengan baut, mur, dan ring melalui lubang yang dibor atau dipunch. Berdasarkan mutunya:

  • Baut biasa, misalnya ASTM A307 atau kelas 4.6, untuk elemen sekunder.
  • Baut mutu tinggi, misalnya ASTM A325 atau kelas 8.8, serta ASTM A490 atau kelas 10.9 untuk gaya besar.

Berdasarkan cara memikul gaya, sambungan baut mutu tinggi dibedakan menjadi:

  1. Tipe tumpu (bearing): gaya diteruskan melalui tumpuan batang baut pada dinding lubang.
  2. Tipe friksi (slip-critical): baut diberi pratarik sehingga pelat terjepit kuat dan gaya diteruskan melalui gesekan. Dipakai bila sambungan tidak boleh tergelincir, misalnya akibat beban berulang atau getaran.

Ketentuan jarak antarbaut, jarak tepi, ukuran lubang, dan kapasitas baut diatur dalam SNI 1729:2020. Sebagai gambaran praktis, lubang standar biasanya sedikit lebih besar dari diameter baut dan jarak antarpusat baut umumnya sekitar tiga kali diameter.

Apa beda sambungan sendi dan sambungan kaku?

  • Sambungan sendi (sederhana) hanya meneruskan gaya geser dan membiarkan ujung balok berputar. Contohnya pelat siku atau pelat tunggal (fin plate) yang dibaut ke badan balok. Dipakai untuk balok anak ke balok induk dan balok yang tidak ikut menahan gaya lateral.
  • Sambungan kaku (momen) meneruskan geser sekaligus momen sehingga sudut antarbatang tetap. Contohnya end plate yang diperpanjang dengan stiffener, atau pelat sayap yang dibaut atau dilas. Dipakai pada portal gudang dan rangka bangunan yang mengandalkan portal kaku.
  • Sambungan semi-kaku berada di antara keduanya dan harus diperhitungkan perilakunya secara khusus.

Kesalahan yang sering terjadi adalah menggambar sambungan kaku di perhitungan, tetapi mengerjakannya seperti sambungan sendi di lapangan, misalnya tanpa stiffener atau dengan baut terlalu sedikit.

Sambungan apa yang dipakai di setiap bagian gudang baja?

Lokasi sambunganJenis yang umum
Kolom ke pondasiBase plate dilas ke kolom, dibaut ke angkur dalam pondasi
Kolom ke rafterEnd plate dengan baut mutu tinggi, diperkuat haunch dan stiffener
Puncak rafterEnd plate dibaut, kedua rafter bertemu di nok
Perpanjangan rafterEnd plate dibaut di lapangan, atau las tumpul penetrasi penuh di workshop
Gording ke rafterPelat dudukan (cleat) yang dilas ke rafter, gording dibaut
Ikatan anginPelat buhul dengan baut, dilengkapi spanskrup untuk penegang
Balok anak ke balok indukPelat siku atau fin plate dibaut (sendi)

Detail base plate dan angkur dibahas lebih lengkap di artikel base plate dan baut angkur, sedangkan urutan pengerjaannya ada di tahapan fabrikasi dan erection.

Bagaimana menyambung baja WF ke kolom beton?

Sambungan WF ke kolom atau balok beton sering dibutuhkan pada mezzanine, kanopi, atau penambahan lantai. Cara yang umum:

  1. Pelat tanam (embedded plate) dengan stud atau angkur yang dipasang sebelum pengecoran. WF kemudian dilas atau dibaut ke pelat ini. Cara ini paling andal, tetapi harus direncanakan sejak awal.
  2. Pelat dengan angkur kimia untuk beton yang sudah jadi. Beton dibor, lubang dibersihkan, angkur ditanam dengan perekat epoksi sesuai petunjuk produsen.
  3. Pelat dengan angkur mekanis (ekspansi) untuk beban yang lebih ringan.
  4. Baut tembus yang menembus kolom beton dengan pelat di kedua sisi, bila kedua sisi dapat diakses.
  5. Dudukan (konsol) dari beton atau bracket baja tempat balok WF bertumpu.

Hal yang wajib dicek: mutu dan kondisi beton, jarak angkur ke tepi beton, posisi tulangan agar tidak terpotong saat dibor, serta kapasitas cabut dan geser angkur. Beton yang retak atau keropos tidak boleh dijadikan tumpuan tanpa perbaikan.

Las atau baut, mana yang lebih baik?

Tidak ada yang selalu lebih baik. Las unggul untuk sambungan permanen dan rapi di workshop, sedangkan baut unggul untuk kecepatan pemasangan, kemudahan inspeksi, dan kemungkinan bongkar pasang. Las di lapangan tetap mungkin, tetapi membutuhkan juru las terampil, perlindungan dari hujan dan angin, serta inspeksi yang lebih ketat.

Biaya sambungan umumnya sudah termasuk dalam harga fabrikasi per kg. Estimasi per Oktober 2026: fabrikasi workshop tanpa material Rp8.000–15.000/kg, dan fabrikasi plus erection tanpa material Rp15.000–22.000/kg, tergantung kerumitan detail sambungan. Harga dapat berubah dan angka final ditentukan setelah survei.

Untuk pekerjaan yang membutuhkan detail sambungan rapi dan terkontrol, KontraktorBaja dapat menghubungkan Anda dengan mitra terdekat yang memiliki workshop fabrikasi baja. Survei dan konsultasi awal gratis melalui WhatsApp 0851-1701-8881.

Pertanyaan yang sering diajukan

Sambungan baja apa saja?

Berdasarkan alat sambungnya, sambungan baja terdiri dari sambungan las, sambungan baut, dan paku keling yang kini jarang dipakai. Berdasarkan perilakunya, sambungan dibagi menjadi sambungan sendi, semi-kaku, dan kaku (momen).

Mana yang lebih kuat, sambungan las atau baut?

Keduanya bisa sama kuat jika dirancang dan dikerjakan dengan benar. Las penetrasi penuh dapat menyamai kekuatan profil, tetapi mutunya sangat bergantung pada juru las; baut mutu tinggi lebih mudah dikontrol dan dipasang di lapangan.

Bagaimana cara menyambung baja WF ke kolom beton?

Cara yang umum adalah memakai pelat tanam berangkur yang dicor bersama kolom, lalu WF dilas atau dibaut ke pelat tersebut. Untuk kolom beton yang sudah jadi, dipakai pelat dengan angkur kimia atau angkur mekanis yang kapasitasnya dihitung.

Apa itu sambungan end plate?

Sambungan end plate adalah pelat yang dilas di ujung balok atau rafter, lalu dibaut ke sayap kolom atau ke rafter lain. Sambungan ini umum di portal gudang karena kaku dan cepat dipasang saat erection.

Baut apa yang dipakai untuk konstruksi baja?

Sambungan utama seperti kolom–rafter memakai baut mutu tinggi, misalnya ASTM A325 atau kelas 8.8. Baut biasa seperti ASTM A307 atau kelas 4.6 umumnya cukup untuk elemen sekunder seperti gording dan dudukan ringan.

Harga dalam artikel ini adalah estimasi pasar per 25 Oktober 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan jenis, ukuran, dan spesifikasi bangunan. Untuk harga pasti, lihat daftar harga atau hubungi admin kami.

Punya rencana proyek konstruksi baja?

Ceritakan kebutuhan Anda. Kami hubungkan dengan mitra kontraktor terdekat untuk survei dan penawaran gratis.

Chat 0851-1701-8881