KontraktorBaja

Teknis

Base Plate dan Baut Angkur Kolom Baja: Ukuran dan Cara Pasang

Fungsi base plate dan baut angkur kolom WF, contoh ukuran untuk WF 150 sampai 300, pilihan angkur M16–M24, toleransi pemasangan, dan cara grouting.

Oleh Tim Redaksi KontraktorBajaDiperbarui 6 menit baca

Jawaban singkat

Base plate adalah pelat baja di kaki kolom yang menyebarkan beban ke pondasi, sedangkan baut angkur mengikat kolom ke beton. Gudang ringan-menengah umumnya memakai 4 angkur M16–M24 dan base plate tebal 12–25 mm. Angkur dipasang dengan template sebelum pengecoran, lalu celah di bawah pelat diisi grout non-susut.

Base plate adalah pelat baja yang dilas di kaki kolom WF untuk menyebarkan beban ke pondasi, sedangkan baut angkur (anchor bolt) mengikat pelat itu ke pedestal beton. Pada gudang ringan sampai menengah, umumnya dipakai 4 angkur M16–M24 dengan base plate tebal 12–25 mm. Ukuran pastinya dihitung dari beban kolom dan mutu beton.

Apa itu base plate dan baut angkur?

Base plate, sering disebut plat landas, adalah pelat baja datar yang menjadi alas kolom. Pelat ini dilas ke ujung bawah profil WF di workshop, lalu dilubangi sesuai posisi angkur. Baut angkur adalah batang baja berulir di ujung atas yang ditanam ke dalam beton pedestal. Bagian ulirnya menonjol di atas beton untuk menerima mur dan ring.

Keduanya bekerja sebagai satu sistem yang disebut tumpuan kolom (column base). Base plate menangani tekan, sedangkan angkur menangani tarik dan geser.

Apa fungsi base plate pada kolom WF?

  • Menyebarkan tekanan. Luas penampang WF kecil, sedangkan beton memiliki batas kuat tekan. Base plate memperluas bidang kontak sehingga tegangan pada beton tetap aman.
  • Menyalurkan momen. Pada portal gudang dengan tumpuan jepit, base plate yang lebih besar dan tebal membantu menahan momen akibat angin atau crane.
  • Menahan gaya cabut dan geser. Melalui angkur, kolom tidak terangkat saat angin hisap dan tidak bergeser akibat gaya lateral.
  • Mempermudah penyetelan. Lubang base plate yang dibuat sedikit lebih besar memberi ruang koreksi posisi kolom saat ereksi.

Berapa ukuran base plate WF 150, 200, 250, dan 300?

Rumus awal untuk beban aksial saja adalah luas pelat minimal kira-kira sama dengan beban dibagi kapasitas tumpu beton (sekitar 0,85 × fc'). Hasilnya lalu disesuaikan dengan ukuran profil, jarak angkur ke tepi pelat, dan momen. Tabel berikut adalah contoh ukuran yang sering dijumpai pada gudang ringan-menengah, bukan pengganti perhitungan:

Profil kolomUkuran base plate (mm)Tebal pelatBaut angkur
WF 150 × 75200 × 25010–12 mm4 × M16
WF 200 × 100250 × 30012–16 mm4 × M16–M20
WF 250 × 125300 × 35016 mm4 × M20
WF 300 × 150350 × 45016–20 mm4 × M20–M24
WF 350 × 175 / 400 × 200400 × 550 ke atas20–25 mm4–6 × M24

Pelat biasanya dibuat lebih lebar sekitar 25–50 mm dari sisi profil di setiap arah untuk ruang las dan angkur. Pada kolom dengan momen besar, base plate sering diberi pelat pengaku (stiffener) vertikal di antara sayap dan pelat.

Baut angkur M16, M20, atau M24: mana yang dipakai?

Huruf M menunjukkan ulir metrik dan angkanya adalah diameter nominal dalam milimeter. Makin besar diameter, makin besar luas tegangan yang menahan tarik.

UkuranLuas tegangan ulirPemakaian umumPanjang total yang lazim
M16±157 mm²Kanopi besar, gudang kecil, kolom WF 150–200±400–500 mm
M20±245 mm²Gudang standar, kolom WF 200–300±500–650 mm
M24±353 mm²Gudang bentang lebar, kolom WF 300 ke atas±600–750 mm

Panjang di atas adalah gambaran praktik; panjang tanam final ditentukan dari gaya cabut, mutu beton, dan jarak ke tepi pedestal. Bentuk angkur juga beragam:

  • Tipe L atau J – ujung bawah dibengkokkan sebagai kait. Paling umum untuk gudang.
  • Tipe dengan pelat atau kepala (headed) – ujung bawah diberi pelat baja atau mur, kapasitas cabutnya lebih terukur.
  • Angkur kimia – dipasang pada beton yang sudah keras dengan bor dan perekat, umumnya untuk perbaikan atau penambahan struktur.

Material angkur sebaiknya jelas mutunya, misalnya baja yang setara ASTM F1554, bukan potongan besi beton tanpa sertifikat. Bagian ulir dan mur sebaiknya digalvanis atau minimal dilindungi agar tidak berkarat sebelum dipakai.

Bagaimana cara memasang baut angkur yang presisi?

  1. Buat template dari pelat baja atau multipleks dengan lubang persis seperti base plate. Satu template untuk setiap tipe kolom.
  2. Tandai as kolom dari bouwplank atau alat ukur, lalu letakkan template di atas bekisting pedestal.
  3. Pasang angkur melewati template, kunci dengan mur di atas dan bawah template, dan ikat ke tulangan pedestal agar tidak bergeser saat dicor.
  4. Atur elevasi ujung angkur, sisakan panjang ulir untuk mur perata, base plate, ring, mur pengunci, dan beberapa ulir lebih.
  5. Lindungi ulir dengan selotip atau selang plastik agar tidak terkena adukan beton.
  6. Cek ulang posisi setelah pengecoran sebelum beton mengeras, lalu catat hasil ukur setiap titik.

Berapa toleransi pemasangan baut angkur?

Acuan yang banyak dipakai di Indonesia mengikuti praktik AISC 303 (Code of Standard Practice). Batas yang lazim dikutip:

  • Selisih jarak antarbaut dalam satu kelompok: sekitar ±3 mm.
  • Pergeseran pusat kelompok angkur terhadap as kolom: sekitar ±6 mm.
  • Elevasi ujung atas angkur: sekitar ±13 mm.

Spesifikasi proyek bisa menetapkan batas yang lebih ketat. Untuk menyerap selisih kecil, lubang pada base plate biasanya dibuat lebih besar dari diameter angkur, lalu ditutup ring pelat tebal (plate washer) yang kemudian dilas setelah kolom disetel. Ketegakan kolom diatur dengan mur perata di bawah base plate atau ganjal pelat baja.

Apa itu grouting base plate dan bagaimana caranya?

Grouting adalah pengisian celah antara base plate dan permukaan pedestal dengan mortar khusus non-susut (non-shrink grout). Tanpa grout, beban kolom hanya bertumpu pada mur perata atau ganjal kecil, sehingga beton di titik itu bisa retak.

Langkah umumnya:

  1. Sisakan celah sekitar 25–50 mm di bawah base plate saat penyetelan kolom.
  2. Kasarkan dan bersihkan permukaan beton, lalu basahi sampai jenuh tetapi tanpa genangan.
  3. Pasang bekisting kecil di sekeliling base plate, lebih tinggi dari dasar pelat.
  4. Tuang grout dari satu sisi secara terus-menerus agar udara terdorong keluar dan tidak ada rongga.
  5. Rawat grout sesuai petunjuk pabrikan, dan jangan melepas mur perata sebelum grout mengeras.

Grouting dilakukan setelah portal stabil dan kolom sudah lurus, karena setelah grout mengeras posisi kolom tidak bisa dikoreksi lagi. Urutan lengkapnya ada di artikel tahapan konstruksi baja.

Kesalahan apa yang paling sering terjadi?

  • Angkur dicor tanpa template sehingga jarak dan posisinya tidak cocok dengan lubang base plate.
  • Lubang base plate diperbesar dengan las potong (brander) di lapangan tanpa persetujuan perencana.
  • Ulir angkur kotor terkena adukan atau berkarat sehingga mur sulit dipasang.
  • Grout diganti adukan semen biasa yang menyusut dan meninggalkan celah.
  • Mur pengunci tidak dikencangkan atau tidak diberi ring.

Apakah biaya base plate dan angkur dihitung terpisah?

Pada penawaran berbasis tonase, base plate, pelat pengaku, dan angkur biasanya ikut masuk berat baja yang dihitung. Berdasarkan estimasi per Oktober 2026, fabrikasi workshop tanpa material berkisar Rp8.000–15.000/kg, sedangkan fabrikasi plus erection tanpa material Rp15.000–22.000/kg. Penjelasan lengkapnya ada di artikel harga borongan konstruksi baja WF per kg. Angka ini bersifat estimasi, dapat berubah, dan bergantung pada bangunan; pastikan penawaran menyebut apakah angkur dan grout sudah termasuk.

Jika Anda butuh pemasangan kolom yang presisi dari angkur sampai grouting, KontraktorBaja dapat meneruskan proyek Anda ke mitra terdekat yang sudah terverifikasi melalui layanan erection baja, dengan survei dan konsultasi gratis. Hubungi WhatsApp 0851-1701-8881; harga final ditetapkan setelah survei.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa ukuran base plate WF 200?

Untuk kolom WF 200×100 pada gudang ringan, base plate yang sering dipakai berkisar 250 × 300 mm dengan tebal 12–16 mm dan 4 baut angkur M16–M20. Ukuran final tetap harus dihitung dari beban aksial, momen, dan mutu beton pedestal.

Berapa panjang baut angkur M16?

Panjang total angkur M16 pada gudang ringan umumnya sekitar 400–500 mm dengan ujung dibengkokkan (tipe L atau J) atau diberi pelat angkur. Panjang tanam ditentukan perencana berdasarkan gaya cabut dan mutu beton.

Apa fungsi grouting pada base plate?

Grouting mengisi celah antara base plate dan beton agar beban kolom tersalur merata ke pondasi, bukan hanya bertumpu pada mur perata atau ganjal. Grout non-susut juga menutup rongga yang dapat menjadi jalan masuk air dan memicu karat.

Berapa jumlah baut angkur untuk satu kolom?

Jumlah minimal yang lazim adalah 4 baut per kolom agar kolom stabil saat ereksi. Kolom dengan momen besar atau beban crane dapat memakai 6–8 baut, sesuai hasil perhitungan.

Apa bedanya angkur cor dan angkur kimia?

Angkur cor (cast-in) ditanam sebelum beton dicor dan menjadi pilihan utama untuk kolom struktur baru. Angkur kimia (chemical anchor) dipasang dengan mengebor beton yang sudah keras lalu diisi perekat, biasanya untuk perbaikan atau penambahan struktur.

Harga dalam artikel ini adalah estimasi pasar per 25 Oktober 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan jenis, ukuran, dan spesifikasi bangunan. Untuk harga pasti, lihat daftar harga atau hubungi admin kami.

Punya rencana proyek konstruksi baja?

Ceritakan kebutuhan Anda. Kami hubungkan dengan mitra kontraktor terdekat untuk survei dan penawaran gratis.

Chat 0851-1701-8881