Oleh Tim Redaksi KontraktorBajaDiperbarui 6 menit baca
Jawaban singkat
WF memiliki tinggi profil sekitar dua kali lebar sayapnya (misalnya 300×150 mm), sehingga efisien sebagai balok penahan lentur. H-Beam memiliki tinggi dan lebar sayap hampir sama (misalnya 200×200 mm), sehingga lebih stabil sebagai kolom. Pada berat yang sama, WF lebih kuat menahan lentur, H-Beam lebih tahan tekuk.
Perbedaan utama baja WF dan H-Beam ada pada proporsi penampangnya. WF (wide flange) lebih tinggi daripada lebar sayapnya, misalnya 300×150 mm, sehingga efisien sebagai balok penahan lentur. H-Beam memiliki tinggi dan lebar sayap hampir sama, misalnya 200×200 mm, sehingga lebih stabil sebagai kolom penahan tekan.
Apa itu WF dalam konstruksi?
WF adalah singkatan dari wide flange, yaitu profil baja berpenampang menyerupai huruf I dengan sayap (flange) yang lebar dan sejajar. Di pasar, profil ini juga sering disebut IWF. Profil WF dibuat dengan proses canai panas (hot rolled), dan produk dalam negeri mengacu pada SNI 07-7178-2006.
Ciri khas WF adalah tinggi profil kira-kira dua kali lebar sayapnya. Contohnya WF 200x100, WF 250x125, WF 300x150, dan WF 400x200. Bentuk yang tinggi ini membuat material terkumpul jauh dari sumbu netral, sehingga kekakuan lentur pada sumbu kuat menjadi besar. Karena itu WF menjadi pilihan utama untuk balok lantai, rafter gudang, balok crane, dan kolom gudang satu lantai.
Apa itu H-Beam?
H-Beam adalah profil baja yang tinggi dan lebar sayapnya hampir sama, sehingga penampangnya terlihat seperti huruf H. Ukuran yang umum antara lain H-Beam 100x100, 150x150, 200x200, 250x250, dan 300x300. Profil H canai panas produksi dalam negeri mengacu pada SNI 2610:2011. Untuk ukuran sangat besar atau tidak standar, profil H juga dapat dibuat dari pelat yang dilas (profil tersusun atau built-up).
Karena sayapnya lebar, H-Beam memiliki kekakuan yang relatif seimbang pada kedua sumbu. Sifat ini membuatnya tahan terhadap tekuk, yaitu melengkungnya batang tekan ke samping sebelum materialnya mencapai batas kekuatan.
Apa saja perbedaan baja WF dan H-Beam?
| Aspek | Baja WF | H-Beam |
|---|---|---|
| Proporsi penampang | Tinggi ≈ 2 × lebar sayap | Tinggi ≈ lebar sayap |
| Contoh ukuran | 300×150×6,5×9 | 300×300×10×15 |
| Berat per meter (contoh di atas) | 36,7 kg/m | 94,0 kg/m |
| Kekuatan lentur sumbu kuat per kg | Lebih efisien | Kurang efisien |
| Kekakuan sumbu lemah | Kecil | Besar |
| Ketahanan tekuk sebagai kolom | Sedang | Baik |
| Fungsi paling umum | Balok, rafter, kolom gudang | Kolom bangunan bertingkat, kolom crane |
| Rentang ukuran di pasar | Lebih banyak varian, hingga profil tinggi | Varian lebih terbatas |
Perbedaan lain yang terasa di lapangan adalah sambungan. Sayap H-Beam yang lebar memberi ruang lebih untuk baut dan pelat sambung dari dua arah, sehingga memudahkan pertemuan balok dari arah memanjang dan melintang pada satu kolom.
Mana yang lebih kuat, H-Beam atau WF?
Jawabannya bergantung pada cara batang itu dibebani. Perbandingan yang adil adalah dua profil dengan berat per meter yang hampir sama. Tabel berikut membandingkan WF 350x175x7x11 dan H-Beam 200x200x8x12, keduanya sekitar 50 kg/m, dengan data dari tabel profil standar JIS G3192.
| Properti | WF 350×175×7×11 | H-Beam 200×200×8×12 |
|---|---|---|
| Berat | 49,6 kg/m | 49,9 kg/m |
| Momen inersia sumbu kuat (Ix) | 13.600 cm⁴ | 4.720 cm⁴ |
| Modulus penampang sumbu kuat (Zx) | 775 cm³ | 472 cm³ |
| Momen inersia sumbu lemah (Iy) | 984 cm⁴ | 1.600 cm⁴ |
| Jari-jari girasi sumbu lemah (iy) | 3,95 cm | 5,02 cm |
Dari angka tersebut dapat disimpulkan:
- Sebagai balok, WF jauh lebih kuat. Modulus penampangnya sekitar 64% lebih besar dan kekakuannya hampir tiga kali lipat, sehingga lendutan lebih kecil untuk berat baja yang sama.
- Sebagai kolom, H-Beam lebih unggul karena jari-jari girasi sumbu lemahnya lebih besar. Kolom H-Beam lebih tahan tekuk, terutama jika tinggi kolom besar dan tidak ada pengaku samping.
- Pada tinggi yang sama, H-Beam memang lebih kuat di semua arah, tetapi beratnya jauh lebih besar. H-Beam 300x300 beratnya sekitar 2,5 kali WF 300x150, sehingga biayanya juga naik.
Jadi tidak ada profil yang selalu lebih kuat. Profil yang tepat adalah yang memenuhi kapasitas dan lendutan dengan berat paling efisien, dan itu hanya bisa dipastikan melalui perhitungan struktur sesuai SNI 1729:2020.
Bagaimana membedakan WF dan H-Beam di lapangan?
Saat material datang ke lokasi, cara paling sederhana adalah mengukur penampangnya:
- Ukur tinggi profil (H) dari sisi luar sayap atas ke sisi luar sayap bawah.
- Ukur lebar sayap (B).
- Jika B kira-kira setengah H, profil tersebut WF. Jika B hampir sama dengan H, profil tersebut H-Beam.
- Ukur tebal badan dan tebal sayap dengan jangka sorong, lalu cocokkan dengan ukuran di surat jalan dan penawaran.
Periksa juga tanda produsen yang biasanya tercetak timbul di badan profil, serta sertifikat pabrik yang menyebut mutu baja. Langkah ini penting karena profil dengan tinggi nominal sama bisa memiliki tebal dan berat yang berbeda, dan perbedaan itu langsung memengaruhi kekuatan.
Kapan sebaiknya memakai WF dan kapan H-Beam?
Pakai WF untuk:
- Balok lantai dan balok mezzanine.
- Rafter atau kuda-kuda portal gudang dan pabrik.
- Kolom gudang satu lantai yang beban utamanya berasal dari atap dan angin.
- Balok crane (crane girder) dan balok jembatan bentang pendek.
Pakai H-Beam untuk:
- Kolom bangunan bertingkat, ruko, dan rumah baja dua lantai atau lebih.
- Kolom yang menerima beban besar dari crane.
- Kolom yang dihubungkan balok dari dua arah.
- Tiang pancang baja atau struktur penahan tanah sementara.
Dalam satu bangunan, keduanya sering dipakai bersamaan: H-Beam untuk kolom, WF untuk balok. Untuk memperkirakan ukuran WF berdasarkan bentang, baca panduan ukuran baja WF untuk bentang.
Apa beda WF, IWF, dan I-Beam (INP)?
Istilah di lapangan sering membingungkan. Ringkasnya:
- WF dan IWF merujuk ke profil yang sama, yaitu profil I sayap lebar dengan sisi dalam sayap sejajar.
- H-Beam adalah varian sayap lebar dengan tinggi dan lebar hampir sama.
- INP atau I-Beam standar lama memiliki sayap lebih sempit dan sisi dalam sayap miring. Profil ini makin jarang dipakai untuk struktur bangunan karena sambungan bautnya lebih rumit.
Baik WF maupun H-Beam termasuk baja berat (canai panas), berbeda dengan baja ringan yang dibentuk dingin dari lembaran tipis. Perbandingan keduanya dibahas di baja ringan vs baja WF.
Berapa selisih biaya WF dan H-Beam?
Harga per kg WF dan H-Beam umumnya tidak berbeda jauh, sehingga selisih biaya lebih ditentukan oleh berat per meter. Dengan estimasi harga material WF per Oktober 2026 sebesar Rp15.000–20.000/kg (belum PPN dan ongkir), perkiraannya:
- WF 300x150 (36,7 kg/m): sekitar Rp550 ribu–734 ribu per meter.
- H-Beam 300x300 (94,0 kg/m): sekitar Rp1,41–1,88 juta per meter, jika harga per kg-nya setara.
Angka ini hanya ilustrasi untuk menunjukkan pengaruh berat. Harga H-Beam per kg bisa sedikit berbeda tergantung ukuran dan ketersediaan di kota Anda. Berat profil lainnya dapat dilihat di tabel berat baja WF.
Hal apa yang perlu dicek sebelum memilih profil?
- Hasil perhitungan struktur, bukan kebiasaan atau perkiraan tukang.
- Ketersediaan ukuran di distributor terdekat, karena ukuran tertentu kadang harus inden.
- Ukuran lengkap dan tebal aktual, agar tidak menerima profil yang lebih tipis dari spesifikasi.
- Detail sambungan, karena perubahan profil kolom dari WF ke H-Beam ikut mengubah pelat dan baut.
Jika Anda masih ragu memilih WF atau H-Beam untuk gudang, ruko, atau mezzanine, KontraktorBaja dapat menghubungkan Anda dengan mitra terdekat yang menangani konstruksi baja WF beserta perhitungan profilnya. Survei dan konsultasi awal gratis melalui WhatsApp 0851-1701-8881.
Pertanyaan yang sering diajukan
Mana yang lebih kuat, H Beam atau WF?
Tergantung fungsinya. Pada berat per meter yang sama, WF lebih kuat menahan lentur sehingga cocok untuk balok, sedangkan H-Beam lebih tahan tekuk sehingga cocok untuk kolom.
Apa itu WF dalam konstruksi?
WF adalah singkatan dari wide flange, yaitu profil baja canai panas berpenampang seperti huruf I dengan sayap lebar dan sejajar. Profil ini dipakai sebagai balok, rafter, dan kolom pada gudang, pabrik, serta bangunan bertingkat.
Apakah IWF sama dengan WF?
Ya, di pasar Indonesia istilah IWF dan WF umumnya merujuk ke profil yang sama, yaitu profil I sayap lebar. Yang berbeda adalah profil INP atau I-Beam lama yang sayapnya lebih sempit dan miring.
H-Beam biasanya dipakai untuk apa?
H-Beam paling sering dipakai sebagai kolom, misalnya kolom bangunan bertingkat, kolom ruko, dan kolom yang menahan beban crane. Profil ini juga dipakai untuk pondasi tiang atau struktur yang menerima beban dari dua arah.
Apakah H-Beam lebih mahal dari WF?
Harga per kg keduanya umumnya tidak berbeda jauh, tetapi H-Beam jauh lebih berat per meter pada tinggi yang sama. Akibatnya biaya per meter H-Beam lebih tinggi, misalnya H-Beam 300x300 beratnya 94 kg/m dibanding WF 300x150 yang 36,7 kg/m.
Harga dalam artikel ini adalah estimasi pasar per 25 Oktober 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan jenis, ukuran, dan spesifikasi bangunan. Untuk harga pasti, lihat daftar harga atau hubungi admin kami.